Mengenal Jenis-jenis Hamster

Posted on

Banyak jenis hamster di dunia. Namun, hanya empat jenis yang populer atau umum dipelihara di Indonesia. Keempat jenis itu adalah hamster syrian, campbell, winter white, dan roborovski. Hamster syrian termasuk jenis hamster bertubuh besar, sedangkan ketiga jenis hamster lainnya digolongkan ke dalam hamster mini (dwarf).

A. Hamster Campbell (Phodopus campbelli)

Phodopus campbelli
Phodopus campbelli

a. Asal

Hamster campbell ditemukan pertama kali oleh WC. Campbell, pada bulan Juli 1902 di Tuora Mongolia. Untuk menghargai dan mengenang penemuannya, hamster tersebut diberinama sesuai nama penemunya, yaitu Campbell, Di Indonesia. hamster campbell baru muncul pada tahun 19 an. Popularitas hamster campbell masih terbilang tinggi di mata hobiis. Ketersediaan di pasaran juga cukup banyak, baik di petshop, breeder, maupun penjual kaki lima.

b. Ciri Fisik

Hamster campbell termasuk dalam hamster mini atau kerdil (drawf hamster). Panjang maksimum hamster dewasa sekitar 10 cm. Bobotnya 30-45 gram. Hamster ini memiliki kepala berbentuk segitiga. Hal ini disebabkan tulang pipinya yang melebar ke samping. Jarak antara telinga, hidung, dan mata cukup seimbang. Telinganya sedikit lebih lebar dan tinggi dibandingkan dengan jenis hamster mini lainnya. Semua kakinya berbulu putih. Tulang punggung hamster campbell cenderung agak ceper.

c. Karakter

Hamster campbell termasuk hamster yang lincah dan aktif sehingga mengasyikkan untuk diajak bermain-main. Namun, hamster ini juga dikenal suka menggigit. Hamster campbell akan menggigit benda apa pun yang berada di sekitar. Kebiasaan menggigit ini sebenarnya merupakan cara hamster untuk mengenali lingkungan dan makanannya. Karena itu, hamster yang dipelihara sejak kecil dan sering diajak main bersama atau dipegang-pegang, biasanya menjadi lebih jinak. Hamster yang dibeli sebaiknya berumur dibawah dua bulan. Sayangnya daya tahan tubuh campbell terbilang lemah terutama jika ditempatkan di kandang yang terlalu padat. Sebaiknya, satu kandang berukuran 4o x 30 x 30 cm hanya ditempati sepasang hamster.

d. Varian

Terdapat empat variasi utama hamster campbell di Indonesia, yakni warna dasar, platinum, mottled (dominan spot), dan satin. Melalui empat variasi utama ini dihasilkan berbagai jenis hamster turunan.

B. Hamster Roborovski (Phodopus roborovski)

Phodopus roborovski
Phodopus roborovski

a. Asal

Hamster ini pertama kali ditemukan oleh Letnan Roborovski dan Koslor pada tahun 1894. Hamster roborovski berasal dari Mongolia dan beberapa wilayah Cina bagian utara sehingga sering pula disebut hamster mongol. Di habitat aslinya, hamster ini tinggal di dalam lubang-lubang yang cukup dalam.

Sekitar tahun 1960-1970, hamster roborovski diboyong ke Rusia, Inggris, dan Amerika oleh kebun binatang dan klub penggemar hamster di negara- negara tersebut. Saat ini, popularitas hamster ini sebanding dengan hamster campbell. Bahkan, sangat diminati oleh para kolektor hamster. Hamster roborovski cukup mudah didapatkan di pasaran, baik di peternak maupun petshop.

b. Ciri Fisik

Di antara semua jenis hamster, hamster ini memiliki tubuh yang paling mungil. Panjang tubuh roborovski dewasa hanya 5-7 cm. Bobotnya terbilang sangat ringan, yakni 15-26 gram. Sementara itu, umurnya dapat mencapai 3-4 tahun. Wajah hamster roborovski terlihat sedikit berbeda daripada hamster jenis lainnya karena bulu-bulu di bagian wajahnya yang lebih lebat. Bulu di atas kepala hingga punggung juga tampak lebih lebat dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bulu di bagian ini didominasi oleh warna cokelat, yakni cokelat tua di bagian dalam dan cokelat muda di bagian luar. Keunikan hamster ini adalah susunan bulu di bagian kepala agak gimbal sehingga sepintas mirip singa jantan.

C. Karakter

Hamster ini tidak terlalu agresif atau protektif sehingga tidak suka menggigit. Hamster roborovski bisa ditempatkan secara massal dalam satu kandang. Selain itu, gerakannya sangat lincah dan gesit. Tidak heran jika roborovski yang lepas, akan sangat sulit ditangkap. Perkembangbiakan hamster ini relatif sulit.

d. Varian

Varian hamster ini hanya ada dua, yaitu roborovski normal dan roborovski white face.

C. Hamster Syrian (Mesocricetus auratus)

Mesocricetus auratus
Mesocricetus auratus

a. Asal

Hamster syrian pertama kali ditemukan di daerah Allepo, Syiria, pada tahun 1839. Hamster syrian merupakan jenis hamster yang pertama kali masuk ke Indonesia. Jauh lebih dulu populer dibandingkan dengan jenis hamster lainnya. Tidak heran, sebagian orang terbiasa menyebut hamster ini dengan istilah hamster lokal. Penyebutan yang “salah kaprah” ini masih berlangsung hingga sekarang.

Popularitas hamster syrian semakin menurun di kalangan pencinta hamster Indonesia. Akibatnya, hamster ini sudah jarang beredar di pasaran dibandingkan dengan jenis lainnya. Penurunan minat terhadap jenis ini diduga karena fakor ukuran tubuhnya yang terlalu besar.

b. Ciri Fisik

Hewan ini memiliki bentuk tubuh yang paling besar di antara semua jenis hamster yang ada. Indukan jenis ini panjang tubuhnya dapat mencapai 20 cm. Di alam, bobotnya bisa mencapai dua kilogram. Umurnya berkisar hanya 2-3 tahun. Ukuran hamster betina lebih besar dan lebih aktif dibandingkan dengan hamster jantan.

c. Karakter

Hamster syrian cenderung jinak dan tidak suka menggigit. Gerakannya lambat dan cukup tenang. Sangat cocok untuk dipelihara oleh anak-anak. Populasi hamster syrian dalam satu kandang tidak boleh terlalu banyak karena dapat saling membunuh. Sebagai patokan, ukuran kandang 60 x 30 cm dapat memuat sekitar 10 ekor hamster syrian dewasa.

d. Varian

Variasi warna hamster syrian cukup banyak. Beberapa di antaranya syrian grey, syrian cinnamon, syrian blackbear, syrian albino, syrian dilute, dan syrian satin.

D. Hamster Winter White (Phodopus sungorus)

Phodopus sungorus
Phodopus sungorus

a. Asal

Hamster winter white pertama kali ditemukan di daerah Siberia, Manchuria, dan Kazakhstan Utara pada tahun 1770. Sering disebut hamster siberia, sesuai dengan salah satu nama negara asalnya. Hamster siberia merupakan nenek moyang hamster winter white yang ada sekarang. Kemudian, pada tahun 1960 hamster winter white dikembangbiakkan di Jerman.

Dinamakan winter white karena jenis ini setiap kali memasuki musim dingin warna bulunya berubah. Dari abu-abu gelap perlahan berubah menjadi abu-abu terang, kemudian berubah lagi menjadi putih. Bentuk tubuhnya mirip hamster campbell, begitupula dengan popularitasnya. Hamster ini diminati para pecinta hamster dan kolektor.

b. Ciri Fisik

Panjang tubuh hamster winter white dewasa adalah 8-10 cm. Bobot tubuhnya 25-40 gram. Bentuk kepala segitiga sama sisi dan memanjang ke belakang. Ujung hidung membulat. Posisi mata lebih dekat ke telinga daripada ke hidung. Tulang punggung sedikit melengkung ke atas. Bulu hamster winter white lebih tipis dibandingkan dengan hamster campbell.

c. Karakter

Hamster winter white termasuk jenis hamster favorit. Karakternya jinak, tidak suka menggigit dan cenderung diam. Karena itu, hamster ini cocok dipelihara anak-anak karena mudah dipegang-pegang. Sayangnya, hamster winter white senang tidur. Perkembangbiakannya juga cukup sulit karena galak terhadap sesama jenis hamster bahkan terhadap pasangannya sendiri. Perlu waktu untuk menjodohkan sepasang hamster ini sehingga mau melakukan perkawinan.

d. Varian

Varian hamster ini cukup banyak, yakni winter white normal, winter white safir, winter white pearl, winter white violet, winterwhite golden mata hitam, winter white golden mata merah, winter white argente kuning, dan winter white blue argente.