Mengapa Memilih Reptil dan Amfibi Sebagai Peliharaan?

Posted on

amphibi dan reptil - Mengapa Memilih Reptil dan Amfibi Sebagai Peliharaan?

Sekarang ini, memelihara reptil dan amfibi tak hanya sekedar hobi saja, tetapi sudah menjadi gaya hidup bagi sejumlah orang. Sebagai bukti, reptil yang dahulu dianggap hewan liar dan berbahaya saat ini justru menjadi hewan kesayangan yang semakin banyak peminatnya.

Hewan Tanpa Bulu

Reptil adalah jenis hewan vertebrata yang umumnya bersisik serta berdarah dingin. Sejumlah jenis reptil yang gampang dikenali antara lain: buaya, ular, kadal, serta kura-kura. Mayoritas reptil adalah ovipar (bertelur), meskipun ada juga jenis yang bersifat ovovivipar (melahirkan). Sedangkan amfibi adalah jenis hewan berkulit halus yang bisa hidup di air maupun darat. Meskipun bisa hidup di dua tempat, amfibi sangat membutuhkan lingkungan dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Sebabnya, kulitnya yang halus tanpa bulu membuat hewan ini tidak bisa bertahan dalam lingkungan dengan suhu yang terlalu panas. Salamander, katak, serta kodok adalah jenis amfibi yang paling populer.

Berperan untuk Ekosistem

Di alam, reptil dan amfibi mempunyai peranan penting untuk ekosistem alam. Reptil berperan sebagai predator untuk tikus serta binatang pengerat. Reptil pun turut serta menjaga populasi tikus liar supaya tidak terus “membengkak”. Dengan menjaga populasi reptil di alam berarti kita turut serta menjaga keseimbangan ekosistem. Sebaliknya, penangkapan reptil secara serampangan terus-menerus -seperti penjagalan reptil untuk makanan dan dimanfaatkan kulitnya untuk aksesori- berdampak pada penurunan populasi reptil, hingga berujung pada kepunahan spesies itu.

Cocok dijadikan Hewan Peliharaan

Di zaman sekarang ini, reptil dan amfibi sudah berubah menjadi hewan peliharaan yang dicari. Pesonanya mulai diminati oleh sejumlah masyarakat. Sosoknya yang menarik dengan motif dan warna yang beraneka ragam membuat reptil dan amfibi semakin digemari. Waktu untuk merawat keduanya juga tergolong singkat, dibandingkan dengan hewan mamalia serta burung yang butuh banyak waktu untuk perawatannya. Contohnya, ular. Ular hanya butuh pakan satu kali dalam seminggu serta buang air besar satu minggu setelahnya. Hal ini jelas sangat berbeda dibandingkan burung dan mamalia yang butuh pakan dan perawatan rutin.

Ketertarikan masyarakat dengan reptil dan amfibi membuat permintaan akan kedua hewan tersebut terus meningkat. Sayangnya, banyaknya permintaan tak dibarengi dengan pengetahuan mengenai perawatan yang tepat. Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, akan mengakibatkan ekosistem di alam bakalan terganggu. Maka dari itu, pelajari terlebih dahulu jika ingin merawat reptil dan amphibi. Jadilah owner yang bijak dan teredukasi.