Cara Mengatasi Gigitan Ular Berbisa Dan Tidak Berbisa

Posted on

tergigit ular - Cara Mengatasi Gigitan Ular Berbisa Dan Tidak Berbisa

Memelihara baik berbisa ataupun tidak ada resikonya. Salah satu resiko yang mesti dihadapi adalah jika tergigit oleh si ular. Nah bagaimana sih cara menangani gigitan ular yang benar? Yuk simak berikut ini.

Tipe-tipe Gigitan Ular

Penanganan terhadap gigitan ular bisa dilakukan dengan cara mengidentifikasi jenis ular yang menggigit, apakah ular tersebut termasuk jenis yang berbisa atau tidak. Untuk membedakannya dapat dilihat dari bekas gigitannya.

1. Ular Tidak Berbisa (Non-Venomous)

  • Bekas gigitan hanya meninggalkan bekas menyerupai bentuk huruf “U” dan disertai dengan perdarahan kecil.

Penanganan:

  • Raba area di sekitar gigitan. Pastikan tak ada gigi ular yang tertinggal. Karena, gigi yang tertinggal bisa menyebabkan infeksi.
  • Bersihkan luka menggunakan sabun dan antisepik sampai benar-benar bersih, kemudian tutup bagian yang terluka memakai perban.
  • Jika gigitan ular sampai membuat kulit robek, segera hubungi pihak medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Ular Berbisa (Venomous)

  • Bekas gigitan akan meninggalkan tanda seperti dua titik (dua taring) yang berlanjut dengan pembengkakan.
  • Timbul gejala seperti panas tubuh berlebih, penglihatan menjadi kabur dan berbayang, terjadi perubahan warna (membiru) di sekitar area gigitan, serta kontraksi otot yang berlebih.

Penanganan:

  • Usahakan si korban tetap tenang, jangan terlalu panik. Panik justru bisa mengakibatkan aliran darah semakin cepat. Sehingga, bisa ular dapat menyebar lebih cepat di dalam tubuh.
  • Minumlah air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.
  • Bidal atau perban area yang tekena gigitan ular dan usahakan jangan terlalu banyak bergerak.
  • Berikan serum anti bisa ular dengan dosis yang sudah ditentukan. Tapi, sangat disarankan untuk segera menjalani perawatan/pengobatan medis di rumah sakit.

Catatan

Jangan pernah sekali-kali mencoba mengeluarkan bisa/racun ular dari dalam tubuh dengan cara mengisapnya. Sebab dikhawatirkan bisa ular tersebut justru akan menjalar ke tubuh orang yang mengisapnya. Perlu diketahui, bisa ular dapat masuk ke aliran darah lewat luka di sekitar mulut, seperti gusi berdarah, sariawan, ataupun gigi bolong.