14 Contoh Hewan Ovovivipar Serta Penjelasannya

Posted on

contoh hewan ovovivivar

Dalam dunia hewan, setidaknya ada 3 cara berkembang biak yaitu dengan cara melahirkan (vivipar), dengan cara bertelur (ovipar) serta dengan cara bertelur dan melahirkan (ovovivipar). Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai contoh hewan ovovivipar. Apa saja sih jenis hewan Ovovivivar itu?

Berikut ini adalah contoh-contohnya.

1. Ikan Hiu

Hiu merupakan predator laut yang terganas dan sangat ditakuti oleh banyak ikan di ekosistem laut. Hal ini disebabkan hiu bisa memangsa ikan-ikan yang volume tubuhnya lebih kecil dan mempunyai banyak nutrisi. Untuk berkembang biak, ikan hiu perkembangbiakkan nya mirip dengan ikan pari, hanya saja belum ada informasi yang terpercaya mengenai berapa lama waktu yang diperlukan hiu untuk mengandung anak-anaknya. Dalam sekali periode kehamilan, mereka bisa menghasilkan 5-20 calon bayi hiu.

2. Ikan Pari

Ikan pari merupakan jenis ikan laut yang berkembang biak secara ovovivipar. Mulanya ikan pari jantan dan betina akan melakukan pembuahan, yang nantinya akan menghasilkan telur. Yang mana telur-telur tersebut tak langsung dikeluarkan dan dibiarkan menetas begitu saja. Akan tetapi, telur tersebut akan disimpan didalam tubuh ikan pari betina sampai embrionya tumbuh dan berkembang dalam kandungan hingga mencapai titik yang optimal.

Sesudah mencapai titik itu, barulah telur dikeluarkan dari dalam perut sang betina. Yang unik dari ikan pari ini yaitu pada tahap pembuahannya, dimana hanya dibutuhkan waktu yang sangat singkat, sekitar 90 detik saja untuk melakukan pembuahan. Sedangkan untuk masa kehamilannya, mereka membutuhkan waktu yang cukup lama 9-12 bulan, yang mana dalam sekali kehamilan akan menghasilkan 5-9 anak.

3. Platypus

Platypus merupakan hewan endemik yang banyak dijumpai di wilayah Australia. Platypus merupakan contoh hewan yang berevolusi dari kelas aves menjadi kelas mamalia. Meskipun mereka masuk ke kelas mamalia, akan tetapi mereka ternyata juga berkembang biak secara bertelur. Siklus reproduksi platypus adalah seperti ini: sesudah pembuahan terjadi, embrio akan berkembang didalam telur dan mengambil nutrisi dari sebagian kuning telur. Perkembangan embrio platypus sendiri sangatlah cepat, mereka hanya butuh waktu antara 10-14 hari untuk mengandung anaknya.

4. Bunglon

Umumnya bunglon adalah hewan yang berkembang biak secara ovipar, tapi karena jenis dan spesiesnya yang sangat banyak, tak mengherankan kalau ada beberapa jenis spesies yang berkembang biak secara ovovivipar. Hal ini bisa terjadi karena adanya seleksi alam di sejumlah wilayah. Adapun ciri khas dari bunglon yaitu teknik kamufalsenya. Jadi, mereka akan mengelabuhi musuh ataupun mangsanya dengan cara merubah warna kulit tubuhnya sesuai dengan warnya yang sedang mereka tempati.

Untuk reproduksinya, pada awalnya mereka akan menghasilkan embrio dalam bentuk telur yang disimpan dalam tubuh sang betina. Lalu telur-telur tersebut nantinya akan berkembang hingga mencapai titik optimal seperti halnya yang terjadi pada ikan pari. Jadi, ketika hendak menetas, barulah telur-telur tersebut dikeluarkan dari dalam induk sang betina. Adapun jangka waktunya yaitu sekitar 5 sampai 6 minggu.

5. Ikan Guppy

Lazimnya kelas pisces berkembang biak secara bertelur, tapi hal ini tidak berlaku untuk ikan guppy. Mereka bereproduksi mirip dengan ikan hiu maupun ikan pari. Ikan guppy ini termasuk cepat dalam masa reproduksinya, ditunjukan dengan periode kehamilannya yang hanya butuh waktu 21 sampai 30 hari. Tapi, jangka waktu tersebut bisa jadi lebih cepat ataupun lebih lama dari yang ditentukan, hal ini disebabkan temperatur air yang tidak stabil di wilayah tersebut. Dalam sekali kehamilan, ikan guppy bisa menghasilkan antara 10-80 calon bayi.

6. Iguana

Iguana merupakan salah satu hewan yang masih termasuk bangsa kadal namun dengan ciri khas tersendiri. Ciri khas mereka yaitu pada bagian tubuhnya ada semacam sirip yang kayak ikan gurame, bagian ekornya lumayan panjang serta bagian kulitnya berbintik-bintik. Hewan ini banyak ditemukan di daerah Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Mereka cara berkembang biaknya mirip platypus, hanya saja mereka butuh waktu antara 90-100 hari sampai calon bayinya lahir.

7. Kuda Laut

Kalau dibandingkan dengan hewan yang lainnya, kuda laut merupakan hewan yang sangat unik serta berbeda dibandingkan hewan lainnya. Jika lazimnya yang mengandung adalah sang betina, beda halnya pada kuda laut yang mengandung justru yang jantan. Kejadian ini langka ditemukan pada hewan yang lainnya, sehingga hal ini menjadi ciri khas dari perkembangbiakan kuda laut.

Alasannya apa ya kuda laut jantan yang mengandung ? Hal ini disebabkan kuda laut jantan mempunyai sebuah kantung layaknya kangguru yang berada di dalam tubuhnya yang dipakai untuk menyimpan dan sekaligus mengerami sel telur yang telah siap dibuahi. Sehingga, nanti pembuahan akan terjadi jika sang betina telah matang sel telurnya nya dan siap dimasukan ke kantung sang jantan. Jumlah telur yang dihasilkan dalam sekali pembuahan antara 50-200 butir tergantung dari ukuran serta usia kuda laut tersebut. Sedang waktu kehamilannya yaitu antara 10-14 hari.

8. Kadal

Umumnya, seekor kadal betina akan bereproduksi secara bertelur. Tapi karena banyak jenisnya, sebagian diantaranya berkembang biak secara ovovivipar. Siklus kehamilan mereka sama seperti  iguana. Dan jangka waktunya pun juga sama, antara 90-100 hari. Tetapi meskipun mirip ada perbedaan yang mendasar antara reproduksi kadal dan iguana. Kalau iguana betina tidak mau didekati oleh siapapun dan jadi lebih agresif, mereka ingin menyendiri saat sedang hamil, berbeda halnya dengan kadal, mereka justru akan melindungi satu sama lain. Bahkan saat calon bayi mereka akan keluar, sang jantan akan siap siaga melindunginya dan bertindak lebih agresif.

9. Ular Boa

Hewan ovovivivar berikutnya yaitu ular boa. Meskipun mayoritas ular berkembangbiak secara bertelur, tapi pada ular boa ini mereka bereproduksi secara bertelur dan melahirkan. Ular boa akan menjadi lebih saat musim kawin ular tiba. Mereka telah siap untuk kawin saat usia mereka menginjak 2-3 tahun. Ketika telah selesai melakukan pembuahan, maka telurnya akan disimpan terlebih dahulu ditubuh boa betina sampai telur tersebut menetas di dalamnya. Untuk sekali kehamilan, ular boa bisa menghasilkan 10-40 telur, yang mana nantinya ular boa kecil akan mempunyai panjang tubuh antara 50-60 cm. Sedangkan waktu yang diperlukan ular boa untuk mengandung yaitu 6 bulan.

10. Salamander

Salamander merupakan hewan yang bentuk fisiknya mirip dengan kadal, cuma bagian tubuhnya lebih ramping, mempunyai hidung yang pendek dan ekor yang panjang. Salamander merupakan salah satu contoh hewan yang menyukai tempat berair atau tempat yang lembab. Hal ini tentunya dapat membuat kulitnya menjadi lembab. Tapi, salamander juga hidup di darat sehingga dikategorikan sebagai hewan amfibi. Reproduksi salamander memang secara ovovivipar, tapi berapa jangka waktu normal mereka mengandung calon bayinya belum ada informasi terpercaya. Sebagai informasi saja Salamander Alpin mempunyai jangka waktu kehamilan sekitar 2 tahun yang hidup di ketinggian 600-1000 mdpl, dan untuk yang hidup di ketinggian 1400-1700 mdpl kehamilannya sekitar 3 tahun

11. Ular Kadut

Ular kadut adalah contoh hewan ovovivivar berikutnya . Ular ini mempunyai warna dasar abu-abu dengan warna lurik putih. Ular ini hanya bisa hidup di daerah yang berair, jika ular kadut ini masuk daerah yang bertanah, bisa dipastikan mereka akan kesulitan untuk bergerak, disamping itu bisa membuat kulit mereka jadi robek karena kulitnya yang sangat tipis. Informasi mengenai waktu kehamilan ular ini belum diketahui, disebabkan ular ini hanya bisa ditemukan diwilayah hutan-hutan yang lembab serta di laut, sehingga sulit dalam melakukan pengamatan.

12. Ular Bangkai Laut

Ular bangkai laut atau disebut ular hijau merupakan ular yang berbahaya karena racunnya sangat mematikan. Ular ini mempunyai panjang antara 100 cm untuk jantan dan 80 cm untuk betina, namun mereka mempunyai ekor yang pendek. Ular ini aktif saat malam hari. Ular ini tak seperti ular pada normalnya yang dapat bergerak dengan gesit, ular hijau ini bergerak sangat lambat dibandingkan ular pada umumnya, tapi saat terancam, mereka akan bergerak sangat aktif. Ular bangkai laut berkembang biak mirip ular boa, untuk informasi waktu kehamilannya sendiri belum ada informasi. Untuk sekali periode kehamilan , ular ini bisa menghasilkan antara 20-70 ekor ular.

13. Anaconda

Anaconda merupakan jenis ular tidak berbisa yang paling berbahaya dari seluruh jenis ular yang ada. Mereka mempunyai kemampuan melilit mangsanya dengan amat kuat dan bergerak sangat cepat. Untuk reproduksinya, mereka umumnya akan melakukan perkawinan saat musim kawin datang. Dimana saat musim kawin tiba, biasanya sang betina akan menjadi lebih agresif. Dalam sekali kehamilan mereka bisa menghasilkan antara 20-100 calon bayi dan masa kandungan antara 6-7 bulan.

14. Ular Pucuk

Ular pucuk merupakan ular yang mempunyai ciri pada kepalanya yaitu bentuknya yang mirip pucuk daun, tubuhnya pun sangat pipih serta berwarna hijau. Ular ini tak berbahaya karena umumnya sangat lemah. Meskipun racun bisanya lemah, tapi lumayan ampuh buat melumpuhkan mangsanya seperti burung kecil serta kodok. Habitat ular ini telah tersebar disejumlah negara seperti India Barat, Cina Timur dan sejumlah negara Asia Tenggara. Ular ini berkembang biak secara ovovivivar namun jangka waktunya belum diketahui.